Sejarah Hidup Imam Syafi'i Part 1
Umum
Kelahiran
dan Nasab Imam Syafi’i
Imam
Syafii dilahirkan di kota Ghuzzah, wilayah Palestina pada Jumat akhir bulan
Rajab tahun 150 Hijriyah. Nama lengkapnya adalah Abu Abdillah Muhammad bin
Idris bin Wahab bin Ustman bin Syafi’i bin Said Abu Yazid bin Hasyim bin Abd.
Muthalib bin Abdi Manaf. Silsilah beliau bertemu dengan Rasulullah saw. pada
Abdi Manaf.
Ibu Imam
Syafi’i bernama Fatimah binti Abdillah bin Hasan bin Husain bin Abi Thalib.
Kelahiran Imam Syafi’i tepat pada malam wafatnyanImam Abu Hanifah Nu’man bin
Tsabit. Oleh karena itu, setelah nama As-Syafi’i mulai populer, muncul
ungkapan, “Telah tenggelam satu bintang
dan muncul bintang yang lain.”
Sanjungan
seperti itu diisyaratkan pula oleh beberapa hadist riwayat Ali bin Abi Thalib
dan Ibnu Abbas yang menerangkan akan datangnya seorang ulama besar yang
kemasyhurannya memenuhi segala penjuru. Ia datang dari golongan suku Quraisy.
Ibnu
Mas’ud berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda:
“Janganlah kamu mencela orang Quraisy, karena
kezaliman mereka memenuhi bumi. Ya Allah, para pendahulu mereka telah Engkau
beri azab, maka karuniailah anugerah bagi para penerus mereka.”
Juga dalam sebuah
hadist disebutkan bahwa Ali bin Abi Thaliob mendengar Rasul saw. bersabda:
“Janganlah kamu memimpin mereka tetapi
bermakmumlah kepada mereka. Janganlah kamu menggurui mereka tetapi bergurulah
kepada mereka. Sebab, kehebatan seorang saja dari mereka sama dengan dua orang
terpercaya dari selain mereka. Sungguh seorang alim dari mereka bisa meliputi
kesegala penjuru bumi.”
